Kamis, 16 Mei 2019
3 Hikmah Ramadhan Berkah
Selasa, 26 Juni 2018
Berkunjunglah, Temukan Hikmah
Teramat semangatnya sampai tertinggal waktu menuliskan apa yang direncanakan . Di sela - sela menunaikan to do list harian mencoba menyegarkan pikiran dengan melemaskan jari - jari ,merangkai kata.
" Selesaikan apa yang sudah kamu awali "
" Dasar manusia, banyak angan - angan dan keinginan , tapi lupa melaksanakan hehehe... "
" Melangkahlah, mulailah dari hal yang mudah , hal yang terkecil , meski memulai dari sebuah kata "
Kucukupkan salamku sampai 3 kali , baru saja mau balik langkah alhamdulillah putrinya keluar rumah dan memberi tahu kalau ada tamu . Aaah, ternyata suaraku teramat pelan ,hingga tak terdengar.
Akan terlihat ketika langit cerah , eh saat hatimu cerah. Iya, cerahnya hati ,positif thinking akan mempengaruhi kemampuan kita mengambil hikmah , ups . Boleh percaya boleh tidak yaa , tapi boleh dipraktekkan hehe ....
Seolah perlahan berbisik,
Buyar heeee... Nulis bebasnya Day 2 dicukupkan dulu yaa.
Masih pemanasan , kacau balau mohon dimaklumi yaa ...
#hari2
Senin, 25 Juni 2018
Anakku Bahagiaku
" Wah jaraknya berapa tahun ? "
" Yang besar kelas berapa ? "
" Yang kecil usia berapa ?"
" Apa tidak repot mengurus anak empat ? "
Sebagian pertanyaan umum yang tentu saja bisa kami jawab dengan mudah, kerena memang biasa ditanya seperti itu hehehe. Tentu dong jawabnya dengan senyuman biar gak bikin baper.
Belum sempat kujawab, pak Kyai yang kebetulan kami kunjungi sudah turut menjawab , " KB- lah Keluarga Besar maksudnya "
Dan cukup membuat semua orang tertawa.
Kayaknya kok gimana gitu kita punya 4 anak , saat saudara yang lain rata - rata anaknya 2 , apalagi suami anak yang terakhir dari 5 bersaudara. Terakhir dan paling banyak anaknya , untuk saat ini belum tahu nanti heee.
Iyaa, anakku bahagiaku. Seperti pesan dari orang tua kami, " Anak adalah anugerah, rezeki yang harus disyukuri " .
Dari sini kami mencoba terus menata hati, niatan dan belajar untuk menjaga kadar kebahagiaan dengan anak - anak.
Apapun kondisi mereka, selalu ada yang yang layak kita syukuri, sekecil apapun.
Yups, sesuatu yang diawali dengan bismillah , maka sesungguhnya kita sedang memperkuat diri dengan spirit yang tak pernah habis, yaitu Allah. Iya, Allah lah yang menjadi tujuan kita, menjadi sumber kekuatan kita. Allah yang mempertemukan kita dengan pasangan, Allah pula yang menganugerahkan anak - anak kepada kita. Jadi, ketika Allah sudah percaya pada kita, insyaAllah akan Allah bukakan pintu - pintu kemudahan dalam pengasuhan kita.
Anak adalah anugerah luar biasa. Semakin kita syukuri, semakin berlimpah karunia Allah lewat anak - anak kita. Bahagia ada pada hati yang bersyukur .
Dengan bersyukur, maka kebahagiaan lah yang akan mengiringi pengasuhan kita .
Bersyukur akan kesempatan yang Allah berikan kepada kita untuk menjadi orang tua. Dengan senantiasa membiasakan bersyukur, maka suasana bahagia akan hadir dan ini menjadi sangat penting untuk perkembangan anak - anak. Sehingga yang muncul adalah pikiran yang positif, perilaku yang baik dan nilai - nilai karakter yang baik.
Sesungguhnya , dibalik anugerah , anak - anak pun hakikatnya adalah ujian. Dan ujian seringkali menjadi pengurang kebahagiaan. Namun ketika kita senantiasa bersiap - siaga akan ujian yang kemungkinan hadir , maka akan meminimalkan kadar kesedihan kita.
Bersiap untuk ikhlas saat harus berpisah. Bersiap untuk bersabar jika dilanda ujian.
Dan juga bersiap siaga untuk mempersiapkan kebutuhan masa depannya.
Berdoa dan teruslah berdoa karena berdoa pada Allah itu menguatkan jiwa. Menempa diri untuk tidak mudah putus asa karena ada Allah yang maha kuasa.
Berdoa menautkan hati kita kepada Sang pemilik jiwa , menjadikannya jiwa yang tenang, tidak mudah baper dan sedih berlarut - larut.
Hanya ingin bersyukur.
Belum ada anak alhamdulillah
Satu anak Alhamdulillah
Dua anak bertambah syukurnya
Tiga anak harus bahagia
Empat anak teruslah berbahagia.
Tapi mereka adalah anak - anak pilihan yang Allah anugerahkan kepada kita.
#30HariMenulis
#Hari1
Jumat, 15 Desember 2017
Sahabat Perjuangan
Minggu, 03 September 2017
Momentum Pagi
Alhamdulillah, pagi selalu memberi warna baru dan inspirasi tak bertepi. Pagi adalah kesempatan lagi dari Sang Ilahi. Atas kasih sayang Allah- lah setiap kita dikembalikan di pagi hari setelah sejenak mengistirahatkan badan pada lelapnya malam.
Banyak orang memilih kegiatan pagi sesuai yang diminati. Bahkan ada sebagian yang membiasakan diri dengan hal - hal bermanfaat di awal hari. Ada yang memanfaatkan dengan " me time " dengan Sang Ilahi, menata mimpi dan komitmen diri serta merencanakan kegiatan yang akan di lakukan seharian nanti. Apapun itu , pagi adalah kesempatan istimewa yang tak boleh dilewatkan begitu saja.
Selama sepekan sekali, bolehlah memanfaatkan pagi dengan berjalan pagi. Menghirup udara segar dan langit pagi sambil menjemput mentari terbit. Apalagi buat yang sepekan sudah full kegiatan, maka nikmatilah pagi dengan sejenak melemaskan kaki, berkeliling di tempat sekitar dan temukan rasanya.
Jalan kaki pagi, tentu banyak manfaatnya, mulai dari sisi kesehatan, sosial dan juga psikologis. Jadi, kapan mau jalan kaki pagi lagi ?