Sabtu, 19 Maret 2022

SENJA

 


Pada suatu senja dalam perjalanan yang terjeda

Sejenak menghela lega, karena semua begitu bermakna.

Pada suatu senja, ada do'a dan dzikir yang terjaga. 

Betapa bahagianya ...

Berdo'a bersama di waktu yang tak begitu lama.

Pada senja yang memesona

Perlahan sampaikan salam

Sekian untuk hari yang penuh kesempatan

Jeda secukupnya , tanpa menunggu senja

Bergegas, berkejaran manfaatkan kesempatan

Adakah bekal istimewa yang kan kita bawa.

Terimakasih senja,

#18032022

KEHILANGAN


Cuaca yang tak menentu, kadang panas kadang hujan deras. Berhubung masih ada urusan, jam pulang ke rumah agak mundur dari biasanya. Alhamdulillah anak - anak masih bersama , hingga tidak terlalu khawatir ditunggu terlalu lama. 

Sambil menunggu hujan reda, surprise suami mengabarkan sudah sampai di Rembang. Menanyakan , mau dijemput di mana. Senangnya anak - anak bisa segera pulang, berharap masih sempat hujan - hujanan di rumah. Mau hujan - hujanan di lokasi, juga tidak membawa baju ganti. 

Teringat sebuah janji untuk bertemu sore ini. Mulanya mau langsung lanjut, ternyata sepatu penuh air. Tertawa anak - anak melihat sepatu seperti kapal yang penuh air. Akhirnya, emakpun melipir sendiri, menyusuri jalanan yang mengalir air di kanan dan kiri. Sambil berhati - hati,menghindari lubang jalanan yang kadang tertutup air. 

Alhamdulillah, sampai rumah disambut listrik yang belum juga menyala. Mati total seluruh desa. Hujan pun kembali deras, akhirnya sepakat belum jadi berjumpa. Cukup lama, belum juga menyala. Menatap layar HP yang dengan indikator baterai berwarna merah. Padahal malam ada kegiatan on-line. Akhirnya kami sepakat untuk berangkat , penuh semangat menjemput cahaya ^_^ 

Begitulah, anak - anak berencana hujan - hujanan tidak jadi berganti jalan bersama Abi , dapat bonus nge-charge HP, ngaji di luar rumah, obrolan tentang ramadhan, dan traktiran dari Abi ^_^ 

Akhirnya kembali ke rumah. Apakah sudah menyala ? Ternyata belum juga menyala. Alhamdulillah ... bersabar lagi.

.

.

.

Kehilangan mengajarkan bagaimana caranya  menghargai sesuatu yang masih ada dalam genggaman.

Kegelapan mengajarkan betapa berartinya sebuah cahaya.

19032022 #jejaksore

Kamis, 17 Februari 2022

Apa itu Iman ?


Menurut para ulama, seperti Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad, iman artinya membenarkan dengan hati, mengakui dengan Lisa , dan mengamalkan dengan anggota tubuh.

Membenarkan dengan hati adalah menerima semua ajaran yang dibawa oleh Rasulullah, yakni mengesankan Allah SWT. Kemudian, mengakui dengan lisan artinya mengucapkan
 " Laa ilaaha illallaah." Sementara itu, mengamalkan dengan anggota tubuh artinya melakukan ibadah dan amal saleh sesuai dengan tuntutan syari'at.

Para ulama terdahulu membagi iman kepada dua hal. Pertama, iman itu adalah ucapan hati dan lisan. Kedua, iman itu adalah perbuatan hati, lisan, dan anggota tubuh. Kesatuan yang utuh dari kedua bagian itu menjadikan iman seseorang sempurna. Jika salah satunya hilang, akan rusaklah keimanan orang tersebut.
.
.
.

Iman adalah cahaya yang menerangi dan melapangkan jiwa manusia. Dengan keimanan, akan lahirlah ketakwaan.

Ada banyak sekali kata iman dalam Al Qur'an. 
Telusuri yuuk ada di surat apa dan ayat berapa 🤗

Sumber:
Buku BPII hal. 2

#jejakpembelajar #belajarsiroh #ayomembaca

Aku Mencintai Allah dan Rasul-Nya


Suatu ketika, setelah selesai shalat, Rasulullah SAW bergegas pergi . Bersama Anas bin Malik, beliau berjalan menuju pintu keluar. Sesampainya di pintu masjid, keduanya berpapasan dengan seseorang.

Orang itu tidak menyia - nyiakan kesempatan berjumpa dengan Rasulullah SAW. Dia langsung bertanya tentan yg hari kiamat. Bukannya menjawab pertanyaan orang itu, Rasulullah SAW justru bertanya kepadanya, " Bekal apa saja yang telah kaupersiapkan ?"

Dengan malu - malu, orang itu menjawab, " belum ... belum ada, ya Rasulullah. Shalatku masih sedikit. Begitu pun dengan sedekah dan shaum. Namun, aku sungguh - sungguh mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya."

Mendengar itu, Rasulullah SAW tersenyum. Beliau pun berkata kepada orang itu, " Kelak engkau akan bersama orang yang engkau cintai itu. "

Orang itu senang sekali mendengar perkataan Rasulullah SAW. Pada hari kiamat nanti, dia akan bersama orang yang dia cintai, yaitu Rasulullah SAW. Sejak itu, dia pun semakin rajin beribadah. Orang yang rajin beribadah pastilah sangat mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya. Allah pun sangat mencintai orang yang mencintai-Nya dan Rasul-Nya.

Sumber :
Buku BPII hal. 7

#jejakpembelajar #belajarsiroh

Berbaik Sangka Kepada Allah


Pagi adalah hari baru. Sebuah anugerah saat kita masih dapat menghirup udara pagi. Alhamdulillah, itu artinya Allah telah memberi kita kesempatan lagi untuk hari ini. Betapa nikmat Allah luar biasa. Nikmat sehat, nikmat iman serta Islam. Sungguh, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?

Dan pagi ini, ada yang berbeda. Sejenak menatap lorong - lorong kelas yang tak ada suara anak - anak. Iya, hari ini anak - anak sedang belajar di rumah. Tentu tidak menyenangkan, kembali belajar di sekolah setelah sempat beberapa waktu belajar di sekolah. Demikianlah, kadang sesuatu hadir tak sesuai yang kita inginkan. Kadang kita ingin ini, tapi Allah memilihkan yang lain. Semoga ini menjadi momentum untuk mengasah prasangka baik kita kepada Allah. Terus berhusnudzon kepada Allah, bahwa Allah selalu tahu yang terbaik untuk kita semua. 

Begitu pula saat ujian sakit menghampiri, semoga menjadi penggugur dosa dan pengingat betapa berharganya nikmat sehat. Iya, nikmat sehat yang dengannya kita dapat beraktivitas, beribadah seperti yang biasa kita lakukan. Mari lantunkan do'a - do'a , "Ya Allah, karuniakan kepada kami badan yang sehat, pendengaran yang sehat serta penglihatan yang sehat." Aamiin 🤲

***
Semoga kita terbiasa berbaik sangka kepada Allah. Aamiin 🤲