Cuaca yang tak menentu, kadang panas kadang hujan deras. Berhubung masih ada urusan, jam pulang ke rumah agak mundur dari biasanya. Alhamdulillah anak - anak masih bersama , hingga tidak terlalu khawatir ditunggu terlalu lama.
Sambil menunggu hujan reda, surprise suami mengabarkan sudah sampai di Rembang. Menanyakan , mau dijemput di mana. Senangnya anak - anak bisa segera pulang, berharap masih sempat hujan - hujanan di rumah. Mau hujan - hujanan di lokasi, juga tidak membawa baju ganti.
Teringat sebuah janji untuk bertemu sore ini. Mulanya mau langsung lanjut, ternyata sepatu penuh air. Tertawa anak - anak melihat sepatu seperti kapal yang penuh air. Akhirnya, emakpun melipir sendiri, menyusuri jalanan yang mengalir air di kanan dan kiri. Sambil berhati - hati,menghindari lubang jalanan yang kadang tertutup air.
Alhamdulillah, sampai rumah disambut listrik yang belum juga menyala. Mati total seluruh desa. Hujan pun kembali deras, akhirnya sepakat belum jadi berjumpa. Cukup lama, belum juga menyala. Menatap layar HP yang dengan indikator baterai berwarna merah. Padahal malam ada kegiatan on-line. Akhirnya kami sepakat untuk berangkat , penuh semangat menjemput cahaya ^_^
Begitulah, anak - anak berencana hujan - hujanan tidak jadi berganti jalan bersama Abi , dapat bonus nge-charge HP, ngaji di luar rumah, obrolan tentang ramadhan, dan traktiran dari Abi ^_^
Akhirnya kembali ke rumah. Apakah sudah menyala ? Ternyata belum juga menyala. Alhamdulillah ... bersabar lagi.
.
.
.
Kehilangan mengajarkan bagaimana caranya menghargai sesuatu yang masih ada dalam genggaman.
Kegelapan mengajarkan betapa berartinya sebuah cahaya.
19032022 #jejaksore
Tidak ada komentar:
Posting Komentar