Minggu, 03 September 2017

Momentum Pagi

Alhamdulillah, pagi selalu memberi warna baru dan inspirasi tak bertepi. Pagi adalah kesempatan lagi dari Sang Ilahi. Atas kasih sayang Allah- lah setiap kita dikembalikan di pagi hari setelah sejenak mengistirahatkan badan pada lelapnya malam.

Banyak orang memilih kegiatan pagi sesuai yang diminati. Bahkan ada sebagian yang membiasakan diri dengan hal - hal bermanfaat di awal hari. Ada yang memanfaatkan dengan " me time " dengan Sang Ilahi, menata mimpi dan komitmen diri serta merencanakan kegiatan yang akan di lakukan seharian nanti. Apapun itu , pagi adalah kesempatan istimewa yang tak boleh dilewatkan begitu saja.

Selama sepekan sekali, bolehlah memanfaatkan pagi dengan berjalan pagi. Menghirup udara segar dan langit pagi sambil menjemput mentari terbit. Apalagi buat yang sepekan sudah full kegiatan, maka nikmatilah pagi dengan sejenak melemaskan kaki, berkeliling di tempat sekitar dan temukan rasanya.

Jalan kaki pagi, tentu banyak manfaatnya, mulai dari sisi kesehatan, sosial dan juga psikologis. Jadi, kapan mau jalan kaki pagi lagi ?

Jumat, 09 Juni 2017

Anak, Antara Ujian dan Anugerah

Sesungguhnya, anak adalah anugerah sekaligus ujian
Baiknya ia di mata manusia, menjadikan orang tua mudah ujub
Buruknya ia di mata manusia menjadikan orang tua kurang bersabar dan mengecilkan kuasa Allah.
Ingatlah Ayah Bunda,
Anak - anak kita adalah amanah dari Allah. Mereka tak bisa memilih menjadi anak siapa yang mereka kehendaki. Sebuah keberuntungan kita diberi amanah Allah mengasuh dan mendidiknya. Tidak lain tidak bukan , semua hanyalah sarana ibadah dan peningkatan keimanan.
Sesungguhnya,,bukan saja harta yang menjadikan anak menjadi hamba dan khalifah yang baik.
Bukan  sekolah mewah dan guru2 hebat yang menjadikannya berhasil meraih mimpi
Namun, ikhtiar bersama , menautkan hati kita, hatinya dengan Allah yang Maha Kuasa.
Mari peluk erat anak - anak kita, hingga saatnya ia harus kuat menghadapi ujian akhir zaman.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
" Wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa"
(QS. Al Furqon:74)

Kamis, 08 Juni 2017

Mendidik Anak Mencintai Al Quran

Catatan Kajian "Mendidik Anak Mencintai Al - Quran" bersama Ust. Luthfillah Syuaib, Lc
Di SDIT Al Ihsan
Peran ibu di masa - masa awal anak sangatlah penting. Peran - peran itu di mulai dari...
1. Saat masih dalam kandungan
Perdengarkan Al - Quran pada ibu yang sedang hamil, bisa dengan membacanya sendiri atau dengan mendengarkan dari orang lain.
Kondisi ibu akan sangat berpengaruh pada janin. Bacaan Al Quran akan membawa ketentraman, kenyamanan dan ketenangan jiwa ibu dan insyaAllah akan membawa ketenangan janin.
2. Setelah Bayi Lahir
Setelah bayi lahir, tetaplah perdengarkan Al - Quran. Karena Al Quran itu akan membawa pengaruh positif walaupun bayi belum mengetahui artinya.
Perdengarkan Al Quran di awal hari selama 5 menit dan menjelang malam selama 5 menit.
3 .Bacalah Al Quran di Depan Anak - Anak Kita
Ini menjadikan anak - anak termotivasi untuk membaca dan mencintai Al - Quran dan mengikuti orang tuanya. Anak akan terpengaruh dengan orang di sekitarnya. Fitrah anak - anak sesungguhnya cenderung pada kebaikan. Peran orang tualah yang akan tetap menjaga fitrah itu.
4 .Berikan Hadiah untuknya Al Quran yang Khusus
Hadiah akan sangat membahagiakan anak - anak dan mendorongnya untuk bahagia membaca Al Quran.
5. Jadikan Khataman menjadi Moment Istimewa
Ini sebentuk apresiasi kepada anak dengan harapan anak akan senantiasa ingat momentum istimewa itu.
Ini juga sangat bermanfaat jika kelak anak- anak menghadapi ujian di perjalanan kehidupannya. Anak - anak yang sedari kecil sering berinteraksi dengan Al Quran, ketika suatu saat mendapat ujian hidup, ia akan lebih mudah kembali pada fitrahnya dibanding anak - anak yang jarang berinteraksi dg Al Quran.
Pertanyaan :
✨ *Bagaimana jika kita sebagai orang tua terlambat membiasakan Al Quran sejak kecil ?*
Jawab : Idealnya sejak dalam kandungan, meski demikian seusia seberapapun segera dimulai.
✨Jika anak dari kecil sudah diberi pembiasaan Al Quran yang baik, tapi ketika beranjak besar terkena pengaruh lingkungan yang kurang baik. Mana yang harus didahulukan, memperbaiki hatinya atau memperdengarkan Al Quran ?
Jawab : Yang membukakan hati adalah Allah. Peran orang tua sangat penting. Suatu saat pasti akan kembali sesuai dengan fitrahnya di mas kecil.
✨Bagaimana hukumnya jika kita membaca Al Quran dengan memangku bayi yang memakai pampers ?
Jawab :
Adabnya adalah suci dari hadast besar/ kecil.
Sedangkan kalau memangku bayi berpampers boleh, yang tidak boleh ketika shalat membawa najis.
Termasuk adab membaca Al Quran adalah tidak boleh sambil membuka WA 
Kalau ternyata ada telepon, selesaikan dulu bacaan Al Quran sampai tempatnya, ditutup baru mengangkat telepon.
Wallahu a'lam bi showab
Resume by Ummu- Ayya
2 Juni 2017

Selasa, 27 September 2016

Jalan - Jalan Pagi

Sahabat, jika kita terbangun di awal hari dengan penuh kesehatan, itulah nikmat luar biasa. Artinya Allah sudah beri kesempatan hidup nambah sehari setelah semalaman tidur terlelap. Bayang pun jika Allah lupa membangunkan kita lagi,,,hee, bisa bikin heboh orang - orang yang mengenal kita. So,,sungguh nikmat Allah yang manakah yang kamu dustakan ?

Jumat, 23 September 2016

Membaca " Ngemil " Yuuk

Jadi emak - emak itu boleh " Baper - an ". Apaan sich ? itu lho, terBawa Perasaan...hanyut gitu,,kebawa perasaan, boleh - boleh saja, tapi secukupnya. Yang tidak disarankan adalah Baper dengan sesuatu yang sudah terlewat. sesuatu yang indah di masa lalu yang hanya memakan waktu untuk diingat. Bisa - bisa kalau Baper nya kelamaan, anak -anaknya ikutan baper dan juga caper hee,,Cari Perhatian. 

Aih aih mau nulis apa sih, pelemasan jari aja yaa, ngetik - ngetik biar lepas yang ada di pikiran.
Ceritanya ini emaknya Ayya lagi Baper , teringat masa - masa " me time " weekend di asrama zaman kuliah. Apalagi kalau backsong nya hujan di balik jendela kamar lantai dua, pasti sampai MQ FM berhenti siaran baru dech menutup buku diary dan buku bacaan.

Sama juga, baper ketika ingat bisa menuntaskan satu buku langsung. Bahagianya itu di siniiii...
Jadi ingat, semasa remaja, pulang sekolah menghabiskan bacaan sampai tuntas.
Sudahlah, masa lalu adalah sesuatu yang paling jauh,,buang jauuuh aja kali yaa.

Memang kenapa Baper ? karena sekarang tak lagi bisa baca buku sekali tuntas ? 
Wajarlah...mana bisa, anak - anak bisa heboh plus rempong.
Tapi bukan berarti tak usah baca buku yaa, apalagi teriak " mana sempaaaaat !! "
Cukup diredam bapernya, ambil buku, pilih yang paling disukai, jadikan mood booster.
Mulailah membaca " ngemil" , iyaa, ngemil kayak ngemil makanan, dikit - dikit,,sambil nemani anak - anak, ibarat ngemil, lama - lama habis tuh bacaannya.

jadi, mau ikutan membaca ngemil ?