Kamis, 17 Februari 2022

Apa itu Iman ?


Menurut para ulama, seperti Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad, iman artinya membenarkan dengan hati, mengakui dengan Lisa , dan mengamalkan dengan anggota tubuh.

Membenarkan dengan hati adalah menerima semua ajaran yang dibawa oleh Rasulullah, yakni mengesankan Allah SWT. Kemudian, mengakui dengan lisan artinya mengucapkan
 " Laa ilaaha illallaah." Sementara itu, mengamalkan dengan anggota tubuh artinya melakukan ibadah dan amal saleh sesuai dengan tuntutan syari'at.

Para ulama terdahulu membagi iman kepada dua hal. Pertama, iman itu adalah ucapan hati dan lisan. Kedua, iman itu adalah perbuatan hati, lisan, dan anggota tubuh. Kesatuan yang utuh dari kedua bagian itu menjadikan iman seseorang sempurna. Jika salah satunya hilang, akan rusaklah keimanan orang tersebut.
.
.
.

Iman adalah cahaya yang menerangi dan melapangkan jiwa manusia. Dengan keimanan, akan lahirlah ketakwaan.

Ada banyak sekali kata iman dalam Al Qur'an. 
Telusuri yuuk ada di surat apa dan ayat berapa 🤗

Sumber:
Buku BPII hal. 2

#jejakpembelajar #belajarsiroh #ayomembaca

Aku Mencintai Allah dan Rasul-Nya


Suatu ketika, setelah selesai shalat, Rasulullah SAW bergegas pergi . Bersama Anas bin Malik, beliau berjalan menuju pintu keluar. Sesampainya di pintu masjid, keduanya berpapasan dengan seseorang.

Orang itu tidak menyia - nyiakan kesempatan berjumpa dengan Rasulullah SAW. Dia langsung bertanya tentan yg hari kiamat. Bukannya menjawab pertanyaan orang itu, Rasulullah SAW justru bertanya kepadanya, " Bekal apa saja yang telah kaupersiapkan ?"

Dengan malu - malu, orang itu menjawab, " belum ... belum ada, ya Rasulullah. Shalatku masih sedikit. Begitu pun dengan sedekah dan shaum. Namun, aku sungguh - sungguh mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya."

Mendengar itu, Rasulullah SAW tersenyum. Beliau pun berkata kepada orang itu, " Kelak engkau akan bersama orang yang engkau cintai itu. "

Orang itu senang sekali mendengar perkataan Rasulullah SAW. Pada hari kiamat nanti, dia akan bersama orang yang dia cintai, yaitu Rasulullah SAW. Sejak itu, dia pun semakin rajin beribadah. Orang yang rajin beribadah pastilah sangat mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya. Allah pun sangat mencintai orang yang mencintai-Nya dan Rasul-Nya.

Sumber :
Buku BPII hal. 7

#jejakpembelajar #belajarsiroh

Berbaik Sangka Kepada Allah


Pagi adalah hari baru. Sebuah anugerah saat kita masih dapat menghirup udara pagi. Alhamdulillah, itu artinya Allah telah memberi kita kesempatan lagi untuk hari ini. Betapa nikmat Allah luar biasa. Nikmat sehat, nikmat iman serta Islam. Sungguh, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?

Dan pagi ini, ada yang berbeda. Sejenak menatap lorong - lorong kelas yang tak ada suara anak - anak. Iya, hari ini anak - anak sedang belajar di rumah. Tentu tidak menyenangkan, kembali belajar di sekolah setelah sempat beberapa waktu belajar di sekolah. Demikianlah, kadang sesuatu hadir tak sesuai yang kita inginkan. Kadang kita ingin ini, tapi Allah memilihkan yang lain. Semoga ini menjadi momentum untuk mengasah prasangka baik kita kepada Allah. Terus berhusnudzon kepada Allah, bahwa Allah selalu tahu yang terbaik untuk kita semua. 

Begitu pula saat ujian sakit menghampiri, semoga menjadi penggugur dosa dan pengingat betapa berharganya nikmat sehat. Iya, nikmat sehat yang dengannya kita dapat beraktivitas, beribadah seperti yang biasa kita lakukan. Mari lantunkan do'a - do'a , "Ya Allah, karuniakan kepada kami badan yang sehat, pendengaran yang sehat serta penglihatan yang sehat." Aamiin 🤲

***
Semoga kita terbiasa berbaik sangka kepada Allah. Aamiin 🤲

Selasa, 05 Oktober 2021

Alhamdulillah, Masih Hidup

Alhamdulillah, apa kabarnya ? semoga sehat,  berlimpah berkah.

Pernahkah kita ? terbangun dari tidur lalu tersadar dan berkata Alhamdulillah masih hidup 😊

Kalau belum terbiasa tidak mengapa karena bisa jadi kita terbiasa berdo'a : 

" Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya kami akan kembali "

Sebentuk rasa syukur atas anugerah termahal bernama kehidupan. Dengannya semoga bertambah pula  kebaikan kita.

Bukankah ...

" Tidaklah bertambah umur seorang mukmin kecuali bertambah pula kebaikannya ".

Sebuah pengingat diri, bahwa kehidupan adalah kesempatan lagi. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Semangat hamdalah adalah semangat melakukan dan memberikan yang terbaik.

Apapun yang Allah hadirkan di hari - hari kita , semoga Allah memudahkan kita untuk bersyukur dan ridha atas setiap skenario dariNya.

Jika saja kita bisa ridha, takdir Allah tetap terjadi maka semoga kita mendapatkan bagian pahalanya karena keridhaan tersebut.

Sedangkan bila tidak ridha, takdir tetaplah terjadi dan kita tidak mendapat pahala karenanya.

Alhamdulillah, masih hidup. Selagi ada kesempatan , semoga kita dapat memperbaiki diri kita, cara berfikir kita, cara berkeluarga kita, cara bergaul kita.

Semoga yang terbaik yang kita lakukan itulah yang menjadi diri kita nantinya, InsyaAllah.

#jejakpagi #selfreminder

 

Kamis, 23 Juli 2020

Membaca Ngemil Buku Kepemimpinan Jalan Langit


Sebuah perjalanan kepemimpinan bisnis melalui prinsip - prinsip langit. Dituliskan oleh Beliau Bapak Riza Zacharias owner Syaamil Quran, Owner Sygma Corp ( Sygma Daya Insani ).

Berikut beberapa kutipan dalam buku Kepemimpinan Jalan Langit. Kutuliskan sebagai pengingat diri agar terus berbuat lebih baik lagi.

" Tidak pernah terpikir sebelumnya, saya memiliki waktu untuk bisa menulis dan menerbitkan tulisan ini menjadi sebuah buku. Akan tetapi, sebuah lecutan " menampar " tepat di hadapan saya, " Jangan sampai ilmu, pengalaman, ikut mati bersama matinya jasad " ( Riza Zacharias )

" Dalam setiap masalah pasti ada solusinya. Yang terpenting, sang pemilik usaha mampu mengambil keputusan yang tepat dan cepat".

Dalam perjalanan kita bisa jadi berada di kilometer nol, kemudian berada di persimpangan jalan lalu sampai pada kesadaran dan pertobatan, disusul dengan mengetuk pintu langit ( back to Quran ) dan akhirnya sampai pada menikmati pelayaran.

" Percayalah, setiap rangkaian kejadian yang kita hadapi, seburuk apapun itu, adalah skenario sempurna Sang Mahasempurna. Pengalaman dari setiap perjalanan yang kami lalui menuturkan, penyerahan dan ketundukan total ( total surrender ) kepada-Nya akan mengantarkan kita pada sebuah akhir dan senyuman indah, betapa Dia Maha Kasih Sayang kepada setiap hambaNya "

" Karena kasih sayang-Nya, Allah memberi manusia kemampuan yang terbatas. Allah tahu nafsu manusia tidak bisa dibatasi".

bersambung ...