Kamis, 08 Juni 2017

Mendidik Anak Mencintai Al Quran

Catatan Kajian "Mendidik Anak Mencintai Al - Quran" bersama Ust. Luthfillah Syuaib, Lc
Di SDIT Al Ihsan
Peran ibu di masa - masa awal anak sangatlah penting. Peran - peran itu di mulai dari...
1. Saat masih dalam kandungan
Perdengarkan Al - Quran pada ibu yang sedang hamil, bisa dengan membacanya sendiri atau dengan mendengarkan dari orang lain.
Kondisi ibu akan sangat berpengaruh pada janin. Bacaan Al Quran akan membawa ketentraman, kenyamanan dan ketenangan jiwa ibu dan insyaAllah akan membawa ketenangan janin.
2. Setelah Bayi Lahir
Setelah bayi lahir, tetaplah perdengarkan Al - Quran. Karena Al Quran itu akan membawa pengaruh positif walaupun bayi belum mengetahui artinya.
Perdengarkan Al Quran di awal hari selama 5 menit dan menjelang malam selama 5 menit.
3 .Bacalah Al Quran di Depan Anak - Anak Kita
Ini menjadikan anak - anak termotivasi untuk membaca dan mencintai Al - Quran dan mengikuti orang tuanya. Anak akan terpengaruh dengan orang di sekitarnya. Fitrah anak - anak sesungguhnya cenderung pada kebaikan. Peran orang tualah yang akan tetap menjaga fitrah itu.
4 .Berikan Hadiah untuknya Al Quran yang Khusus
Hadiah akan sangat membahagiakan anak - anak dan mendorongnya untuk bahagia membaca Al Quran.
5. Jadikan Khataman menjadi Moment Istimewa
Ini sebentuk apresiasi kepada anak dengan harapan anak akan senantiasa ingat momentum istimewa itu.
Ini juga sangat bermanfaat jika kelak anak- anak menghadapi ujian di perjalanan kehidupannya. Anak - anak yang sedari kecil sering berinteraksi dengan Al Quran, ketika suatu saat mendapat ujian hidup, ia akan lebih mudah kembali pada fitrahnya dibanding anak - anak yang jarang berinteraksi dg Al Quran.
Pertanyaan :
✨ *Bagaimana jika kita sebagai orang tua terlambat membiasakan Al Quran sejak kecil ?*
Jawab : Idealnya sejak dalam kandungan, meski demikian seusia seberapapun segera dimulai.
✨Jika anak dari kecil sudah diberi pembiasaan Al Quran yang baik, tapi ketika beranjak besar terkena pengaruh lingkungan yang kurang baik. Mana yang harus didahulukan, memperbaiki hatinya atau memperdengarkan Al Quran ?
Jawab : Yang membukakan hati adalah Allah. Peran orang tua sangat penting. Suatu saat pasti akan kembali sesuai dengan fitrahnya di mas kecil.
✨Bagaimana hukumnya jika kita membaca Al Quran dengan memangku bayi yang memakai pampers ?
Jawab :
Adabnya adalah suci dari hadast besar/ kecil.
Sedangkan kalau memangku bayi berpampers boleh, yang tidak boleh ketika shalat membawa najis.
Termasuk adab membaca Al Quran adalah tidak boleh sambil membuka WA 
Kalau ternyata ada telepon, selesaikan dulu bacaan Al Quran sampai tempatnya, ditutup baru mengangkat telepon.
Wallahu a'lam bi showab
Resume by Ummu- Ayya
2 Juni 2017

Selasa, 27 September 2016

Jalan - Jalan Pagi

Sahabat, jika kita terbangun di awal hari dengan penuh kesehatan, itulah nikmat luar biasa. Artinya Allah sudah beri kesempatan hidup nambah sehari setelah semalaman tidur terlelap. Bayang pun jika Allah lupa membangunkan kita lagi,,,hee, bisa bikin heboh orang - orang yang mengenal kita. So,,sungguh nikmat Allah yang manakah yang kamu dustakan ?

Jumat, 23 September 2016

Membaca " Ngemil " Yuuk

Jadi emak - emak itu boleh " Baper - an ". Apaan sich ? itu lho, terBawa Perasaan...hanyut gitu,,kebawa perasaan, boleh - boleh saja, tapi secukupnya. Yang tidak disarankan adalah Baper dengan sesuatu yang sudah terlewat. sesuatu yang indah di masa lalu yang hanya memakan waktu untuk diingat. Bisa - bisa kalau Baper nya kelamaan, anak -anaknya ikutan baper dan juga caper hee,,Cari Perhatian. 

Aih aih mau nulis apa sih, pelemasan jari aja yaa, ngetik - ngetik biar lepas yang ada di pikiran.
Ceritanya ini emaknya Ayya lagi Baper , teringat masa - masa " me time " weekend di asrama zaman kuliah. Apalagi kalau backsong nya hujan di balik jendela kamar lantai dua, pasti sampai MQ FM berhenti siaran baru dech menutup buku diary dan buku bacaan.

Sama juga, baper ketika ingat bisa menuntaskan satu buku langsung. Bahagianya itu di siniiii...
Jadi ingat, semasa remaja, pulang sekolah menghabiskan bacaan sampai tuntas.
Sudahlah, masa lalu adalah sesuatu yang paling jauh,,buang jauuuh aja kali yaa.

Memang kenapa Baper ? karena sekarang tak lagi bisa baca buku sekali tuntas ? 
Wajarlah...mana bisa, anak - anak bisa heboh plus rempong.
Tapi bukan berarti tak usah baca buku yaa, apalagi teriak " mana sempaaaaat !! "
Cukup diredam bapernya, ambil buku, pilih yang paling disukai, jadikan mood booster.
Mulailah membaca " ngemil" , iyaa, ngemil kayak ngemil makanan, dikit - dikit,,sambil nemani anak - anak, ibarat ngemil, lama - lama habis tuh bacaannya.

jadi, mau ikutan membaca ngemil ?


Membaca " Ngemil " Yuuk

Jadi emak - emak itu boleh " Baper - an ". Apaan sich ? itu lho, terBawa Perasaan...hanyut gitu,,kebawa perasaan, boleh - boleh saja, tapi secukupnya. Yang tidak disarankan adalah Baper dengan sesuatu yang sudah terlewat. sesuatu yang indah di masa lalu yang hanya memakan waktu untuk diingat. Bisa - bisa kalau Baper nya kelamaan, anak -anaknya ikutan baper dan juga caper hee,,Cari Perhatian. 

Aih aih mau nulis apa sih, pelemasan jari aja yaa, ngetik - ngetik biar lepas yang ada di pikiran.
Ceritanya ini emaknya Ayya lagi Baper , teringat masa - masa " me time " weekend di asrama zaman kuliah. Apalagi kalau backsong nya hujan di balik jendela kamar lantai dua, pasti sampai MQ FM berhenti siaran baru dech menutup buku diary dan buku bacaan.

Sama juga, baper ketika ingat bisa menuntaskan satu buku langsung. Bahagianya itu di siniiii...
Jadi ingat, semasa remaja, pulang sekolah menghabiskan bacaan sampai tuntas.
Sudahlah, masa lalu adalah sesuatu yang paling jauh,,buang jauuuh aja kali yaa.

Memang kenapa Baper ? karena sekarang tak lagi bisa baca buku sekali tuntas ? 
Wajarlah...mana bisa, anak - anak bisa heboh plus rempong.
Tapi bukan berarti tak usah baca buku yaa, apalagi teriak " mana sempaaaaat !! "
Cukup diredam bapernya, ambil buku, pilih yang paling disukai, jadikan mood booster.
Mulailah membaca " ngemil" , iyaa, ngemil kayak ngemil makanan, dikit - dikit,,sambil nemani anak - anak, ibarat ngemil, lama - lama habis tuh bacaannya.

jadi, mau ikutan membaca ngemil ?


Ta'aruf di Tahun ke - 9

Selalu " Baper " setiap perjalanan balik dari mudik. Mengingat satu demi satu perjalanan bersama, hingga  perjalanan di tahun ke - 9 . Alhamdulillah, selalu ada yang harus disyukuri, begitu keyakinan bersama. Foto ini baru sempat diambil, berdua sambil mengamati anak - anak  yang bermain, melepas lelah di Bandara Ahmad Yani. 

Sepertinya baru kemarin ta'aruf, dikhitbah dan menikah. Tak terasa sudah menapaki tahun ke - 9 . Membersamai keempat anak - anak , hadiah terindah dariNya. 

Selalu ada yang istimewa di setiap momentum bersama, di tiap penggal waktu. Mulai perjalanan lahiran anak pertama, kedua, ketiga dan keempat dengan segala kehebohannya.
Istimewa tidaklah harus yang mewah, istimewa cukuplah dengan penerimaan penuh kesyukuran.
Buku " Masuk Surga Sekeluarga " ini, menjadi pilihan hadiah di bulan ini.
Bukankah, " Saling memberi hadiah lah kalian, niscaya kalian saling menyayangi "
jangan dilihat bentuknya apalagi harganya, takcukup menggantikan " setahunan " LDR an haaahaha.

Jadi, kita sepakat ta'aruf lagi,,,lho ?
Iya, karena ta'aruf sepanjang pernikahan itu penting. Pasangan kita bukanlah ia ketika masih lajang, pasangan kita adalah orang yang sudah menikah dengan kita sampai hari ini. Ia yang semakin dewasa, bertumbuh dan berkembang bersama keluarga menjadi orang tua. Maka saling mengenal lagi dengan pasangan itu penting.

InsyaAllah, buku ini jadi teman tadzabur ayat - ayat keluarga, semoga semakin kokoh, sakinah mawadah warahmah.

#latihan corat coret